|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Wacana » Mendesain Pembelajaran Agama Berbasis Bilingual

Mendesain Pembelajaran Agama Berbasis Bilingual

Selasa, 29 Januari 2013 10:58:34  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 479
Mendesain Pembelajaran Agama Berbasis Bilingual

Di era modern pembelajaran pendidikan agama dengan menggunakan bilingual diperkaya pula dengan menerapkan pembelajaran berbasis TIK. Pembelajaran tersebut diharapkan pembelajaran akan berjalan dengan efektif, efisien, menyenangkan, dan memotivasi. Tahapan-tahapan dalam pembelajaran pendidikan agama dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Tahap perencanaan.

Perencanaan Pembelajaran yaitu suatu cara atau upaya yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, sebagai langkah antisipasi dalam kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metoda pembelajaran, mengorgasisasikan pembelajaran, menyampaikan isi pembelajaran, dan menata interaksi sumber belajar sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Secara umum, perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar. Dengan demikian, sebagai seorang pendidik (guru), sebaiknya merencanakan pembelajaran dengan baik dan efektif. Dengan harapan, agar pada saat pelaksanaan pembelajaran, bisa berjalan dengan lancar.

Misalnya, guru pendidikan agama mempersiapkan mufrodat/ vocab, memberikan contoh-contoh tentang materi yang akan diajarkan dengan menggunakan bilingual. Yang kemudian, akan didukung dengan buku pedoman Pendidikan Agama untuk siswa yang sudah dipersiapkan oleh guru sebelumnya. 

Dapat dikatakan bahwa, guru pendidikan agama sebagai pelaksana dalam pembelajaran, juga sebagai fasilitator dan motivator. Dengan persiapan yang telah dilakukan, Guru Pendidikan Agama tetap optimis dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan agama dengan menggunakan bilingual. dan berharap agar kemampuan siswa semakin meningkat dalam hal bahasa Arab dan bahasa Inggris serta mampu memahami, dan menghayati isi/ materi pendidikan agama yang telah diajarkan dengan baik dan benar.   

b. Tahap pelaksanaan.

Tahap ini merupakan tahap implementasi atau tahap penerapan atas desain perencanaan yang telah dibuat guru. Hakikat dari tahap pelaksanaan adalah kegiatan operasional pembelajaran itu sendiri. Dalam tahap ini, guru melakukan interaksi belajar mengajar melalui penerapan berbagai strategi, metode, dan teknik pembelajaran, serta pemanfaatan media.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama dengan menggunakan bilingual, Guru Pendidikan Agama Islam telah melaksanakan pembelajaran tersebut sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Sehingga, dalam pelaksanaan pembelajaran, bisa berjalan sesuai dengan rancangan dan berjalan dengan baik.

Guru pendidikan agama menggunakan media IT dalam pembelajaran dengan beberapa metode yang variatif. Misalnya, Diskusi, ceramah. Sehingga, dalam penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan bilingual, siswa termotivasi dan antusias untuk mengikutinya.

c. Tahap evaluasi.

Evaluasi merupakan proses penaksiran terhadap kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan. Evaluasi Pendidikan Islam adalah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu aktivitas di dalam pendidikan. Program evaluasi ini diterapkan dalam rangka mengetahui tingkat keberhasilan seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran, menemukan kelemahan-kelemahan yang dilakukan, baik berkaitan dengan materi, metode, fasilitas, dan sebagainya.

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama dengan menggunakan bilingual meliputi ulangan harian, ulangan semester, dan remidi. Evaluasi ini dilakukan oleh siswa dengan pemantauan guru

pendidikan agama. Apakah siswa mampu mengerti dan memahami tentang materi yang telah diberikan guru menggunakan bilingual atau tidak.

Baca "Wacana" Lainnya

Komentar Anda